Sabtu, Agustus 2

Cerita Kata - 4

4.

hingga hampa kuhimpun menuju hutan
tempat kau menimbun segala resah paling pedih
tempat aku membangun cemas di balik pohon cemara
kemudian tumbuh rindang yang senantiasa berbicara
tentang kerinduaan pagi pada matahari

jalan setapak diletakkan dalam mata
dan kepala, juga tangan serta jemari kita
yang tak lagi mampu merengkuh seluruh
yang di cita-citakan sejak akar mengenal tanah
sejak letak jiwa kita tersesat dalam rimba raya semesta
memenggal kesendirian kata
mengubur sepi memerdekakan perangainya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar