Senin, April 14

Pada April

Pada suatu pagi, di mana mataku masih tertutup rapat dan tak melihat apa pun. Aku merasakan sejumlah keinginan yang perlahan datang memenggal hari. Hingga hari itu berakhir, aku tak mampu menjelaskan dengan baik apa makna dari semua yang kurasa pada pagi itu. Aku tersadar namun mataku masih tertutup rapat. Aku mendengar halaman buku di kamarku bersuara karena hembusan angin dari jendela. Berkas matahari mulai menyentuh kelopak mataku. Detak jantungku berdetak lebih cepat dan aku mendengarnya dengan baik.

Di dalam gelap itu, aku mencari diriku sendiri. Kurang lebih tiga puluh menit, aku merasa terkurung dan hilang dalam dunia yang entah di mana. Aku merasa tertidur lelap dan bukan mimpi, aku tersadar dengan semua ini.
*
Akan kuceritakan semuanya pada pertemuan kita di kotamu atau mungkin di kota lain yang belum pernah kita rencanakan. Maaf membuatmu bertanya-tanya dan terkurung dengan pikiran yang mungkin akan membuatku menjadi gelap. Tapi, aku sedang dalam proses yang kalah namun aku tak akan menyerah dan lelah untuk semua ini.

Aku selalu ingin menang dengan apa yang mencoba mengalahkanku, termasuk diriku sendiri yang ingin mengalahkanku.
*

Dan pada hari selanjutnya, kukirimkan kabarku pada sejumlah apa yang harus kau pahami dan sedang aku pahami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar