Senin, April 28

Rahasia Hati - Element

waktu terus berlalutanpa kusadari yang ada hanya aku dan kenanganmasih teringat jelassenyum terakhir yang kau beri untukku
tak pernah ku mencobadan tak ingin ku mengisi hati ku dengan cinta yang lainkan kubiarkan ruang hampa di dalam hidupku
bila aku harus mencintaidan berbagi hati itu hanya denganmunamun bila kuharus tanpamu,akan tetap kuarungi hidup tanpa bercintahanya dirimu yang pernah tenangkankudalam pelukmu saat ku menangis

Selasa, April 15

Kau dalam Hariku

Sedari tadi aku berdiri di hadapan jendela lantai 12. Dari ketinggian itu aku melihat atap-atap ruko, sekolah, rumah penduduk, mobil dan motor yang terul mengalir deras di jalanan. Aku kemudian melihat ke awan, dan membayangkan dirimu yang telah menjelma menjadi hari ini. Mungkin, kau tidak akan berkunjung di sini, tapi aku yakin akan ada hal yang membawa datang ke sini. 

Aku menjalani hari yang mengajarkanku untuk lebih baik untukmu, meski untukmu tidak baik. Aku melangkahkan pikiranku bersama cemas sekedar ingin menolong diriku sendiri dan mampu belajar untuk lebih kuat dari sebelumnya. Sedari tadi, aku ingin menulis banyak hal dan sejumlah kepenatan yang ingin kuhabiskan di sini. Tapi, aku tak mampu menjelaskannya dengan baik. Ini catatan untuk hari ini, bahwa aku ingin mengatakan sesuatu yang kadang tidak sepenuhnya mampu kujelaskan dengan baik.

Aku sedang belajar memahami diri sendiri. Kau dalam Hariku akan menjelma menjadi aku yang kau, dan sebaliknya. 

Senin, April 14

Pada April

Pada suatu pagi, di mana mataku masih tertutup rapat dan tak melihat apa pun. Aku merasakan sejumlah keinginan yang perlahan datang memenggal hari. Hingga hari itu berakhir, aku tak mampu menjelaskan dengan baik apa makna dari semua yang kurasa pada pagi itu. Aku tersadar namun mataku masih tertutup rapat. Aku mendengar halaman buku di kamarku bersuara karena hembusan angin dari jendela. Berkas matahari mulai menyentuh kelopak mataku. Detak jantungku berdetak lebih cepat dan aku mendengarnya dengan baik.

Di dalam gelap itu, aku mencari diriku sendiri. Kurang lebih tiga puluh menit, aku merasa terkurung dan hilang dalam dunia yang entah di mana. Aku merasa tertidur lelap dan bukan mimpi, aku tersadar dengan semua ini.
*
Akan kuceritakan semuanya pada pertemuan kita di kotamu atau mungkin di kota lain yang belum pernah kita rencanakan. Maaf membuatmu bertanya-tanya dan terkurung dengan pikiran yang mungkin akan membuatku menjadi gelap. Tapi, aku sedang dalam proses yang kalah namun aku tak akan menyerah dan lelah untuk semua ini.

Aku selalu ingin menang dengan apa yang mencoba mengalahkanku, termasuk diriku sendiri yang ingin mengalahkanku.
*

Dan pada hari selanjutnya, kukirimkan kabarku pada sejumlah apa yang harus kau pahami dan sedang aku pahami.