Sabtu, November 16

Saya Pesan Jus Alpukat

sewaktu mereka memetik buah alpukat
telah disimpan susu cokelat dalam lemari es
dan gelas - gelas telah menanti, menjadi titik
di mana pertemuan itu menjadikannya ada

hingga di daftar menu sebuah cafe
telah dituliskan hadirnya "jus alpukat"
untuk bersiap-siap jadi takdir
bagi para pengunjung

"saya pesan jus alpukat"

segelas jus alpukat
dan seluruh penat
telah dihidangkan bersama

sewaktu  pesanan itu tiba di meja
telah disimpan "ada" dari Tuhan
dan waktu-waktu yang menanti 
di mana pertemuan itu menjadikanku
"ada"

hingga di daftar hari Tuhan
telah dilukiskan hadirnya
untuk bersiap-siap menjadi ada
yang malam ini sesungguhnya menjelma rindu

"saya penyuka jus alpukat, kau juga penyuka alpukat"

sewaktu-waktu Tuhan mempertemukan kita
kemudian menikmati jus alpukat bersama
hingga di sebuah cafe,
pertemuan kita jadi takdir 

takdir sederhana bagi alpukat
dan penat yang dituangkan
pada sebuah meja hitam di cafe
pada sepenggal rindu tak sendu

sewaktu-waktu Tuhan akan ikut memesan
jus alpukat dan menghabiskan penat
di daftar menu kehidupan kita yang ramai
di hati kita yang rajin rindu
pada pertemuan dan kepastiaan


Cafe Ogi, Makassar 16 Novemeber 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar