Minggu, Oktober 27

Menjaga Kita

Pada sebuah tanggal yang kita simbolkan
aku dan kau ada pada jam yang Tuhan ketuk
dengan pelan dan perlahan kita merapal doa
adakah Tuhan di dalam doa kita?

Pada sebuah tanggal yang kita lingkari
aku dan kau ada pada warna paling terang
dengan mencoba perang dengan waktu
adakah kita jadi pemenang?

Lagu apa yang kau nyanyikan di hari kita menjadi?
aku paling senang dan menyukai senyummu selepas kau bernyanyi
ada yang istimewa
adakah Tuhan di dalam senyummu?

Waktu itu, kita menjadi semua
dalam semua

tapi ada waktu
yang kita menjadi hampa
dan lupa pada kehadiran

Tuhan, adakah pada kita?

Pada tanggal yang kita inginkan,
kita percaya dan berdoa seraya
Tuhan akan mengabulkan
adakah Tuhan di dalam doa kita?

Kita, aku dan kau
adalah kehendak Tuhan
menjadikan kita
adakah kita pada Tuhan?
adakah Tuhan pada kita?

kita akan terjaga pada Tuhan
menjaga Tuhan menjaga KITA.

Labessi, 27 Oktober 2013

Rabu, Oktober 9

Sejumlah Rindu

Kepadamu yang pagi ini ada di kepalaku. Dan selalu ada,

Aku menulis surat untuk bertemu denganmu di tempat dan pada dimensi yang berbeda. 
Juga untuk memberikan kabar kepadamu, bahwa aku adalah lelaki yang akan menyukai segala jarak. 
Bahwa kita tidak akan kalah dengan apa yang telah terjadi hari kemarin.

Bulan ini, setahun yang lalu. Aku pergi jauh, di kepalaku selalu ada rasa cemas yang membuatku selalu berpikir, cara untuk menjagamu dan menjaga kita tepatnya. 

Kau selalu mengajarkan aku tentang keyakinan, tentang rasa percaya dan cara menjadikannya semua menjadi menyenangkan. Jika bukan karena kau, aku tidak akan bisa seperti ini.

Oktober kembali, aku tak menyangka jika di bulan ini kita kembali merasakan rasa tentang jarak dan rindu.

Sejumlah pertanyaan yang kemudian berharap kau beri jawaban:

Adakah kau mengingat hari itu?
Apakah aku atau kau mampu melewati hari itu?
Adakah suratmu datang kembali dan mencari kata manis untukku?
Adakah kau akan menunggu suratku lagi?


Adakah surat ini mendapat balasan darimu?

Ini adalah sejumlah rindu dalam pertanyaan sepi kepadamu. 


Selasa, Oktober 1

Terbangun

saya terbangun kepada malam
untuk menceritakan banyak hal tentang kau

saya terbawa dan paling jauh
menjauh dari kaki mimpi, mungkin

ada waktu yang dengan sengaja meminta mataku
mencarimu saat ini
tepat saat kupejam rapat dan mencoba merasamu dengan nyata

saya terbangun kepada malam
untuk mencari banyak hal
kepada mimpi yang mengusap pikiranku, lembut.

memintaku untuk berpindah tanpa menjauh kepada sepi

saya mengira kematian telah mengusap kedua hati kita
untuk tertidur dan saling memeluk rindu

saya menjauh dari kaki mimpi yang malam.

sebab kita adalah harapan di sepasang hati, yang akan bersama di atas batu nisan

(Subuh, 1 Oktober 2013)