Rabu, Agustus 14

Hari Kedua

Kota ini semakin ramai
tapi aku merasa sangat sepi

Apa di kotamu juga seperti itu?

Jalan-jalan di sini begitu sesak
tapi dalam hati ada yang sesak
atas rindu

Apa di sana seperti itu juga?

Bila aku ke kotamu, akan kuberi jam dinding.

Yang detiknya kau dengarkan berdetak. Serupa jantungku yang makin rajin mengalahkan detik.

Kota ini ingin kujadikan kotak mungil. Di dalamnya, aku ingin jadi kurcaci, sendiri. Penghuni yang sepi. 

Tapi akan hilang bila kau memanggilku jadi ramai.

Ada damai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar