Sabtu, Juli 20

Kematian

Kesunyian paling indah ada di dunia, sementara keramaian sebenarnya, masih dipertanyakan.

Waktu memberi kesenangan yang membiarkan kita memberi atau meminta apa saja. Pada akhirnya waktu juga yang akan memanggil, segala sesal atas dosa yang perkasa. Saya merasa tersesat amat dalam, setiap kali bulan ini bercampur rasa. Pintu keluar mengecil dan tak lagi bersahabat.

Beberapa tahun yang lalu, seperti cerita sendu di akhir musim. Saya menanggalkan beberapa harapan untuknya, dan mengenangnya dalam setiap doa yang kuharap akan jadi ketulusan. Ketulusan itu di mana, tak ada yang bisa memastikan kecuali waktu. Hari ini, saya ingin berbagi sedikit hal tentang pintu. Bahwa sebenarnya “pintu kita adalah dunia yang sunyi”. Terbukanya keramaian adalah; setelah kematian menghampiri hingga jiwa bebas dari rumah yang sepi. Saya mengingkan pintu untuk saya terbuka di bulan seperti ini. Mungkin akan terkabul.

Rasa haru lawan dari bahagia, dan sahabat dari sunyi, mungkin. Tapi, saya ingin mengucapkan selamat atas duka di awal bulan. Ada pintu yang terbuka membebaskan jiwa yang kukenal singkat, namun tulus dalam memberi. Bila kau merasa kepergiaan adalah luka, biarkan luka menyembuhkan dirinya sendiri. Tanpa butuh bantuanmu, tak seorang pun mengerti rasa selain rasa itu sendiri.

“Senyum membiarkan ketulusan lahir setiap saat, tapi di senyumnya ketulusan mengalir jernih. Bening, membagi damai dan kembali bermuara pada ketulusan”

Mari haturkan doa-doa, kereta Tuhan akan menjemput dan menjaga segala ingin di bulan ini.
*
Pintu ini sudah semakin dekat, aromanya tercium jelas. Bila membayangkan setiap orang yang kita cintai akan pergi esok hari, serasa luka lahir begitu saja.

Pintu waktu bukanlah kematian, melainkan apa saja yang kau inginkan. Sudah kewajiban malam untuk memberi jubah gelapnya pada tubuh bulan, mungkin akan jadi baju bulan, apa itu adalah keinginan? Dalam beberapa paragraf ini, tidak ada ketekunan dalam menuntun arti yang seirama. Bahkan seluruhnya buram, dan kian membingungkan.


Maka, silakan menguburkan catatan singkat dan tidak jelas ini pada waktu. Boleh jadi, keinginan waktu saat ini adalah membuka pintu; pintu untuk dunia sunyi; pintu untuk diri sendiri; pintu untuk ketulusan; untuk hidup dan kematian yang saling beriringan atas kehendak Tuhan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar