Rabu, Juli 31

Rumah

Di dunia ini, jadikan aku rumah
yang dengan jendelaku
kau hirup aroma bumi, seluruhnya.

Di jendelaku, ruas langit akan kuperlihatkan sedekat mungkin.

Ada warna selain biru, itu untukmu.

rumah ini punya seribu jendela,
seluruhnya bagi engkau; halaman hati akan lapang selalu untuk harimu.

----------------------------
Agustus menjelang 28

Sabtu, Juli 20

Kelahiran dan Usia 2 Tahun


Cerita Kita, memang menjadi rumah paling sunyi. Untuk keramaian hati atas suara yang berisik karena terus memanggil namamu. Lahir dari segala ragu yang sedikit demi sedikit berusia menjadi percaya.

Saya tersenyum, atas komentar pertamamu yang ingin kau sembunyikan:

teruslah hidup dalam imajinasimu...
karena sejatinya kebebasan itu hanya milik pikiran kita..

"merdekalah dalam pikiranmu"

Namun harus juga kau tau... hidup bukan milik imajinasi semata...ada alam yg begitu keras dan harus dijelajadi.. alam yg akan mengantarkanmu pada titik kedewasaan berpikir, bersikap, dan bertindak.. alam ittu disebut alam nyata...
terkadang alam imajinasi tak seindah alam nyata..
namun alam nyata dapat kau buat seindah imajinasimu.. jika kau mampu melangkah dengan bijak...

;)

_____________________________________________

2 Tahun ini adalah cerita yang penuh rasa. Dunia ini adalah ketulusan.

Selamat berusia, rumah ini tempat saya menertawakan atau menangisi segala hal tentang saya dan kamu.

Mari "MENJADI KITA!"

Kematian

Kesunyian paling indah ada di dunia, sementara keramaian sebenarnya, masih dipertanyakan.

Waktu memberi kesenangan yang membiarkan kita memberi atau meminta apa saja. Pada akhirnya waktu juga yang akan memanggil, segala sesal atas dosa yang perkasa. Saya merasa tersesat amat dalam, setiap kali bulan ini bercampur rasa. Pintu keluar mengecil dan tak lagi bersahabat.

Beberapa tahun yang lalu, seperti cerita sendu di akhir musim. Saya menanggalkan beberapa harapan untuknya, dan mengenangnya dalam setiap doa yang kuharap akan jadi ketulusan. Ketulusan itu di mana, tak ada yang bisa memastikan kecuali waktu. Hari ini, saya ingin berbagi sedikit hal tentang pintu. Bahwa sebenarnya “pintu kita adalah dunia yang sunyi”. Terbukanya keramaian adalah; setelah kematian menghampiri hingga jiwa bebas dari rumah yang sepi. Saya mengingkan pintu untuk saya terbuka di bulan seperti ini. Mungkin akan terkabul.

Rasa haru lawan dari bahagia, dan sahabat dari sunyi, mungkin. Tapi, saya ingin mengucapkan selamat atas duka di awal bulan. Ada pintu yang terbuka membebaskan jiwa yang kukenal singkat, namun tulus dalam memberi. Bila kau merasa kepergiaan adalah luka, biarkan luka menyembuhkan dirinya sendiri. Tanpa butuh bantuanmu, tak seorang pun mengerti rasa selain rasa itu sendiri.

“Senyum membiarkan ketulusan lahir setiap saat, tapi di senyumnya ketulusan mengalir jernih. Bening, membagi damai dan kembali bermuara pada ketulusan”

Mari haturkan doa-doa, kereta Tuhan akan menjemput dan menjaga segala ingin di bulan ini.
*
Pintu ini sudah semakin dekat, aromanya tercium jelas. Bila membayangkan setiap orang yang kita cintai akan pergi esok hari, serasa luka lahir begitu saja.

Pintu waktu bukanlah kematian, melainkan apa saja yang kau inginkan. Sudah kewajiban malam untuk memberi jubah gelapnya pada tubuh bulan, mungkin akan jadi baju bulan, apa itu adalah keinginan? Dalam beberapa paragraf ini, tidak ada ketekunan dalam menuntun arti yang seirama. Bahkan seluruhnya buram, dan kian membingungkan.


Maka, silakan menguburkan catatan singkat dan tidak jelas ini pada waktu. Boleh jadi, keinginan waktu saat ini adalah membuka pintu; pintu untuk dunia sunyi; pintu untuk diri sendiri; pintu untuk ketulusan; untuk hidup dan kematian yang saling beriringan atas kehendak Tuhan.