Sabtu, April 20

Siapa Aku?

Menunggu dan ditunggu, aku di mana hari ini? Aku di mana esok hari? 
Apakah kau ada? Atau aku sendiri yang dihilangkan atau menghilangkan?

Permintaan maaf kulayangkan malam ini, baru kemarin aku mulai bernafas lega. Baru saja aku menulis harapan, namun kemudian secara tidak sengaja kau kembali mengajak aku masuk dalam mimpi burukku. 

Kondisiku hari ini, adalah sekumpulan keinginan yang kujaga, rapi dan berusaha kuhadiahkan untukmu. Segala daya yang kupunya adalah persembahan kepada rasa yang esok hari ini kuabadikan. Aku tak tahu persis apakah kemudian kau akan mengerti dan berani untuk melihatku. Atau merasa semua yang hari ini aku rasa. 

Sering aku bertanya dengan segala tanya yang kau hadirkan padaku, aku tidak pernah mengerti siapa kamu dan siapa aku. Benarkah? Aku dihantui takut berlebih, kecewa pada diri sendiri dan cemburu kepada duniamu. Di mana aku akan berakhir, aku tidak peduli. Namun setidaknya kau menjaga cerita ini, sebelum aku berakhir dengan kematian dan kemudian pergi ke dunia lain. 

Kadang kala, aku merasa menjadi anak-anak yang selalu ingin bermain, dan lupa pulang. Saat itulah mungkin kau akan lupa untuk menunggu. Alasan duniaku ingin kujadikan sepi adalah itu, karena aku kadang menikmati duniaku sendiri, tidak peduli menyenangkan atau menyakitkan. Kesendirian ingin kujadikan kekasihku selamanya, dulu. 

Kau hadir, tiba-tiba mengundang aku masuk ke dalam cerita yang belum pernah kubayangkan sebelumnya. 

Bisakah kau memanggilku berkali-kali, atau kau akan meninggalkan aku saat aku tuli dan tidak bergerak karena panggilanmu. Bukan aku tidak peduli,, hanya saja aku tengah tenggelam dalam rumahku yang sunyi. Di sini aku tengah bermain dengan duniaku sendiri, bahkan aku mampu menciptakan seseorang di sampingku. 

Kuharap kau bukan bayangan yang kuciptakan sendiri, dan saat yang bersamaan, aku sadar bahwa mungkin aku punya sedikit gangguan jiwa. Yang melihat kesunyian itu sebagai keramaian, aku mendiagnosa diriku sendiri. 

Maukah kau mendiagnosa aku? Sebelum kau putuskan menunggu, atau membunuhku perlahan. 

Siapa aku malam ini? Yang kau katakan tidak ada, 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar