Selasa, Maret 12

Slow But Sure


“Kita terkadang akan merasa lebih memiliki setelah kehilangan”

Aku mendengar kalimat itu dalam acara TV SHOW beberapa hari yang lalu. Mungkin sebagai peringatan agar ruang ini tetap terjaga, BLOG ini.

BLOG ini pada mulanya hadir sebagai tempat aku bersembunyi dari rasa yang dulu sempat aku hindari. Tapi seperti katamu, perasaan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Dulu aku selalu bilang, jika aku gagal maka ini akan menjadi cobaan termanis. Beruntung, selalu ada jalan yang membuat aku bisa bertahan dalam rasa dan kemudian mampu mengurainya sedikit demi sedikit.

“SLOW BUT SURE”

Dan kini, aku telah menjadikannya ruang untukmu bertamu [bahkan lebih], menjadi tempat kau bisa menjenguk aku dan beberapa orang yang sengaja maupun tidak sengaja menemukan ini.

“Ini spesial untukmu”

Anggap ini sebuah taman bunga yang aromanya persis dengan harum hadirku. Aku tukang kebun di sini, aku penjaganya dan kutanam bunga ini agar esok kau hadir mengusir penat dan tempat kamu merasa bisa lebih santai. Bahkan mungkin kamu akan menertawakan segala hal yang pernah aku tanam di sini. Suatu hari nanti, mungkin itu akan terjadi. Kenang segala hal yang kulakukan dan mungkin awalnya terdengar aneh dan bodoh. Mungkin karena “Cinta”

Cinta bisa membuat orang bodoh menjadi bijak, atau orang bijak menjadi bodoh. Seperti itu yang dikatakan beberapa orang yang telah mengenal kekuatan rasa itu. Aku tidak ingin melebih-lebihkan rasa itu, namun kehadirannya memang menjadi kekuatan tersendiri. Jaga dan rasakan segala hal positif. Aku telah belajar dari cerita-ceritamu. 

BLOG ini punya rasa, aromanya telah menebar. Aku harap kau tidak akan bosan dengan tanaman kata yang ada di dalam ruang ini.
*
Aku telah mencatat beberapa hal yang ingin kulakukan setelah menuntaskan jarak selama kurun waktu beberapa bulan ini. Mari merayakan Maret tahun ini, dengan melakukan daftar ini.

Pertama, mengajakmu ke pantai. Sebab kita senang membaca, bercerita, berpikir sambil memandang air yang meloncat-loncat, pikiran kita kadang ikut meloncat. Tempat kita melepas penat bersama. Sejak mengenalmu, aku jadi sering bermain ke pantai. Pantai memang tempat yang indah, namun sejujurnya kau bisa jadi lebih dari pantai terindah yang ada.  

Kedua, berkunjung di museum.  Sekarang aku senang untuk belajar sejarah. Mungkin aku ingin kau mengajarkan aku tentang sejarah. Ya, sejarah tentang “kau dan aku”.

Ketiga, ke toko buku. Mari kembali memulai mimpi, membayangkan buku kita hadir dalam deretan buku-buku. Kau yang mengajakku bermimpi, ayo segera berlomba menuntaskan mimpi itu jadi nyata. Selanjutnya kita berkhayal keliling dunia, mungkin di toko buku, aku akan memberimu peta dunia. Kamu pasti mengerti isi kepalaku.  

Keempat, datang ke restoran Jepang dan menikmati masakan Jepang kesukaanmu. Aku paling suka saat kau bercerita tentang Jepang, dan pengalaman yang telah kau dapatkan di sana. Kau mendorongku dengan cerita, bahkan kau mengajakku ke sana satu hari nanti. Aku terima, setelah peta dunia kau pasang di kamarmu. Silakan tandai beberapa negara, mari berkhayal lebih tinggi. 

Ada kelima, dan ada keenam bahkan lain-lainnya. Namun saat ini, aku hanya akan menjelaskan beberapa saja. Ada juga kejutan. Terakhir, kuucapkan selamat menjalani usia baru. Mari kembali memulai, dan menang. Selama ada kemauan pasti ada jalan, mungkin kalimat itu klise tapi hal itu memang benar adanya.

Aku menginginkan kamu, SUNGGUH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar