Minggu, Februari 17

terBangun


Terbangun,

aku mendengar; beberapa kali

namaku kau jadikan satu puisi

sebab dalam tidurku

mimpi sepi, kepunyaan aku yang rindu

puisi teman baik sebelum aku bangun

kupejamkan;

sesel kau menaruh aku

atau menghimpun aku

menjadi sunyi di malam

di puisimu aku ingin kau

kau ingin aku

dengan segala hujan di kita

aku menuturkan bening di deras

keras suara hujan agar bangunku

menjadi puisi bertubuh di rindumu

agar puisimu, juga menjadi milikmu

(menunggu subuh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar