Rabu, Januari 9

Tetapi Kita


mengenal maafmu atau memeluk katamu, sebuah isyarat bahwa aku telah yakin dengan seluruh hari.

hari kita, setelah tanggal-tanggal menghitung diri. kita berupa waktu telah punya detik sendiri.

petiklah aku sebagai namamu sendiri.


detik ini kau membacaku, keinginan kita telah kusimpan dengan rapi. kau yang ajarkan caranya, semakin rapi.

tetapi kita adalah masa yang di permasalahkan kian berganti. semacam kata bisa menguatkan tubuhnya sendiri.

katamu telah bertubuh dalam paragrafku. sebab rasa ku menuangkan ingin padamu, dalam, amat dalam.

2013-2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar