Selasa, Januari 8

Merindu Kau dan Hujan



"kau tak pernah jauh"

dua kali lagi,

kita sebagai sepasang penyuka hujan telah menikmati beberapa hari terakhir ini. Teman datang dengan mengundang kita untuk saling memerdukan rindu pada lebatnya mereka.

hujan menjadi pengantar surat yang tak terkalahkan waktu. teman di setiap sendu yang memperdengarkan keinginan kita masing-masing.

seiring mata yang kering karena pertemuan menjadikan kita hampir kemarau. hujan ingin jadi pertemuan. bahkan mimpi berubah menjadi teman. bersanding padamu atau tanggal yang menjadikan diriku merah. tak lain ingin meliburkan rindumu.

tak lain ingin menghentikan kemarau kita.

---

seumpama hujan mengajak kita bertemu. aku ingin kita menjadi payung, di serbu lalu di peluk hujan.

surat, hujan, dan paragraf selepas merayakan rindu menjadi tubuh yang ingin di dekap. di manapun aku dan di manapun kau.

kita punya banyak teman.

kau takkan pernah jauh...

dekatlah kemudian dekap suratku erat-erat. lahirlah aku mendekapmu lebih erat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar