Selasa, Januari 29

PULANG

AKU INGIN PULANG

SEGERA...

KAU MESTI ADA

DENGAN JIWA YANG ADA DALAM CERITAKU


AKU SUNGGUH KEHABISAN KATA

SEGERA...

KAU MESTI ADA

DENGAN INI, AKU INGIN PULANG

Selasa, Januari 22

menumbuhlah jadi pohon atau hujan


menjadilah inginmu.

pikiran menjadi tubuh, tumbuh menjadi pohon dengan daun hijau lebat. aku ingin aku menjadikan pikiranku serupa dengan itu.

sementara inginmu adalah menjadi hujan, di mana tubuh dan daun - daunku telah siap menimang dirimu yang jatuh manis.

bisakah?

tubuhku tumbuh kian besar, reranting menjulurkan panjangnya di biru langit. kian berdoa, agar hujan datang. pesta daun tiba hingga gugur daun berhenti.

jadilah hujan, aku kering segera retak dan kau hadir menjadi segar. aroma tanah hadiahmu akan biarkan akarku memegang erat titik akhir tanah ini.

tempat harapan ikut tertanam, agar tumbuh menjadi pohon yang lebih rindang.

kelak entah kau atau aku yang jadi..

kita menjadi nafas yang senang saling menanti. pertemuan akan berikan percikan percikan bahagia. dan waktu akan wujudkan tubuh bahagia menjadi kau dan aku. SEMOGA.

Pertanyaan - Pertanyaanku


kau di mana aku tak tahu

selalu aku bertanya untuk itu

benar tidaknya pertanyaanku

atau suaraku tak terdengar jalas

kau di mana aku sungguh tak tahu

kulayangkan seluruh permintaanku

agar jawaban segera menghampiri

ini aku di dalam kelas - kelasmu

telah kucatat kesalahan nama tempat

agar aku tak banyak bertanya

semisal aku lupa...

atau memang ingatanku lemah

jadilah guru sekolah dasar kelas satu

tegur berkali - kali

lalu kau tutup dengan senyum kemudian

tugas rumah kau berikan

atau

aku lebih dari murid Taman Kanak- kanak

berkali - kali harus ada penjelas

agar di kelas aku tak mengadu pada coretanku sendiri

termasuk ketika aku diam

memandang pintu

terbuka tertutup karena angin di luar

tiba, kencang sebelum hujan

atau kau telah memilih untuk jadi apa saja demi aku?

karena ini aku terus bertanya,

aku di mana?


Rabu, Januari 9

Tetapi Kita


mengenal maafmu atau memeluk katamu, sebuah isyarat bahwa aku telah yakin dengan seluruh hari.

hari kita, setelah tanggal-tanggal menghitung diri. kita berupa waktu telah punya detik sendiri.

petiklah aku sebagai namamu sendiri.


detik ini kau membacaku, keinginan kita telah kusimpan dengan rapi. kau yang ajarkan caranya, semakin rapi.

tetapi kita adalah masa yang di permasalahkan kian berganti. semacam kata bisa menguatkan tubuhnya sendiri.

katamu telah bertubuh dalam paragrafku. sebab rasa ku menuangkan ingin padamu, dalam, amat dalam.

2013-2016

Selasa, Januari 8

Merindu Kau dan Hujan



"kau tak pernah jauh"

dua kali lagi,

kita sebagai sepasang penyuka hujan telah menikmati beberapa hari terakhir ini. Teman datang dengan mengundang kita untuk saling memerdukan rindu pada lebatnya mereka.

hujan menjadi pengantar surat yang tak terkalahkan waktu. teman di setiap sendu yang memperdengarkan keinginan kita masing-masing.

seiring mata yang kering karena pertemuan menjadikan kita hampir kemarau. hujan ingin jadi pertemuan. bahkan mimpi berubah menjadi teman. bersanding padamu atau tanggal yang menjadikan diriku merah. tak lain ingin meliburkan rindumu.

tak lain ingin menghentikan kemarau kita.

---

seumpama hujan mengajak kita bertemu. aku ingin kita menjadi payung, di serbu lalu di peluk hujan.

surat, hujan, dan paragraf selepas merayakan rindu menjadi tubuh yang ingin di dekap. di manapun aku dan di manapun kau.

kita punya banyak teman.

kau takkan pernah jauh...

dekatlah kemudian dekap suratku erat-erat. lahirlah aku mendekapmu lebih erat.