Sabtu, Desember 1

Nama Yang Terlupakan dalam Sajak

Tepat saat aku menduga sore itu, kau tengah sibuk memandang
Ini, atau itu dengan segala hal di sekitarmu yang menjadi tamu
Sementara aku, merasa tak pernah kau pandang
Mungkin aku benar atau perasaanku tengah keliru
Inti daripada kekeliruan bukanlah diam, melainkan...

Diam sekali, aku sering diam
Ingin banyak bicara tapi aku senang menyembunyikannya
Pelan-pelan, aku yang memandangmu,
Agar aku tak merasa sendiri, dan hilang
Lain kali, aku akan berteriak menjenuhkan pikiranku sendiri
Atas perasaan dan pandanganmu yang masih sibuk
Yang nyatanya, keliru berguguran menjadi teguran, setelah
Aku menjadi pusat pandanganmu yang sebenarnya

hendaknya aku ingin menulis sajak, dimana namamu selalu ada
kau memandangku, tanpa mesti aku panggil berulang
hingga kata-kataku lalu lalang tanpa rambu

sebab nama yang terlupa dalam sajak
adalah deretan rindu yang selalu membuatku diam

diam karena,
rindu punya suara yang tak perlu diperdengarkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar