Jumat, Desember 21

Aku menginginkan kamu

-1-

Lamat-lamat kita teramat rindu
terhadap petang
dan seluruh warna sebelum gelap
hingga kita memilih untuk
berdiam atau ikut mengatup

kita masih senang untuk duduk di teras
menuntaskan resah kemarin
kemudian selalu mencoba
mengalahkan cerita di buku pertama
yang aku pinjam darimu
saat usiaku benar-benar tak pernah kau sentuh
namun rinduku selalu ingin memeluk
sejak dulu,

lagi, masa lampau
dan kau terlampau risau untukku

-2-

Dering nada pesan menjadi panggung tempat aku berdoa
perihal nama yang kutulis sebelum aku meninggalkan asa
berbagai keinginan

aku menginginkan kamu

terbesar, menebar,
kau menjadi kabar yang selalu kuinginkan


-3-

terlampau dalam kalau seluruhnya aku tulis
maka separuh dari kata dalam tulisanku
kukatup tanpa redup
di suatu puisi

pucuk dari puisiku
ada alamat tempat aku menyimpan
seluruh resah,
seluruh rindu
dan seluruh


kau menjadi puisi teramat hikmat
sebab
aku menginginkan kamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar