Jumat, November 2

Bertemu

Sekiranya berat, namun biarkan saja jemari itu mengalirkan rindunya. Entah akan melahirkan berapa cerita atau rasa dalam untaian kata yang selalu kunanti. Seperti yang kau rasa dan apa yang telah Tuhan titipkan.

Matic merahku, dan spion itu. Kabar mereka baik, dan juga menanti.

Sekiranya, aku berniat mengajakmu bermain-main bersama mereka di hari yang telah lama kau nanti. Setelah kurang lebih empat tahun kau menjamah impianmu, dan akan berlanjut ke impian selanjutnya. Kau melangkah, namun aku masih disini. Tak bisa menemanimu di hari yang telah lama kau nanti, keinginan itu telah lama jauh sebelum aku mendapatkan tempat disini. Sebab jelas terlihat, kau yang melangkah lebih dulu dan akan selesai sedikit lebih awal dariku. 

No problem for me, keinginan itu mesti kujalankan. Tunggu setelah aku dan kau dipertemukan disuatu tempat, yang menjadi tempat favorit kita berdua. Semoga kau tetap menunggu hari itu, 

*** 

"Bagaimana rasa menunggu?"

Aku berusaha menghindar dari pertanyaan itu, sebab aku tak pernah bisa menjawab apa yang kau rasakan saat melontarkan pertanyaan seperti itu. Aku bersalah sejak awal, sejak aku mengajarmu untuk rajin menunggu. Hingga aku takut jika faktanya suatu hari kau berani menjawab untuk lelah menunggu. 

Berbagai cara aku coba jalankan, agar kau tetap tersenyum. Dengan tingkahku yang sedikit membosankan, dan kau mulai mengeluarkan pertanyaan yang sulit untuk kujawab.

Maaf, 

Jawaban dengan kata "maaf" pun tak pantas kulontarkan ketika kau merasakan sesuatu yang membuat kau melontarkan pertanyaan itu. Namun aku tak punya pilihan lain, 

aku ingin kau menunggu, dan aku berusaha untuk bertemu hari bahagia dalam waktu secepat mungkin. Aku berusaha, 

lontarkan pertanyaan itu, dan aku tetap menjalankan keinginanku bertemu hari bahagia.

Maaf, 

apapun yang kau lontarkan, jalanku telah kau pahami, dan semoga Tuhan mengizinkan semua itu. 

Sekali lagi,

Tunggu setelah aku dan kau dipertemukan disuatu tempat, yang menjadi tempat favorit kita berdua. Semoga kau tetap menunggu hari itu, 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar