Senin, Oktober 1

Optimislah


Selamat Pagi...,
Pagi ini ada waktu yang lebih panjang dari kemarin, aku dan beberapa orang yang berada di persinggahan ini, senang dengan itu.

Aku menulis, sejak beberapa hari yang lalu namun belum sempat mengirimnya dan memperlihatkan padamu.

Dan pagi ini, anggap ini adalah surat pertama dariku. Untuk mendekatkan rasa yang ditantang jarak agar tetap menatap masa dengan lebih tenang.

Seminggu yang lalu, aku menulis beberapa paragraf, mencoba untuk menerangkan ketakutan demi ketakutan yang akan terjadi. Namun kuurungkan niatku untuk melanjutkannya, setelah aku percaya pada waktu dan pada dirimu yang selalu berusaha menyatu.   Dan akan setia pada kata-kata yang kau lukiskan dalam kanvasmu.

Kita mulai melakukan peran kita masing-masing, yang pasti kita tetap menjaga apa yang telah kita jalani. Pahami dan temukan semua yang selama ini kita belum temukan.

Kupikir malam itu adalah malam terakhir kita bertemu di tahun ini, tahun 2012. Seperti tweetmu, kita akan bertemu di tahun berikutnya. Inilah warna baru yang mesti kita jalani dengan mengambil hikmah dari setiap episode yang akan kita jalani. Malam itu, maaf atas beberapa kata yang tak sempat untuk kuucapkan padamu. Bahkan aku terlihat begitu lemah dan tak mampu menguatkan, kau yang menguatkan malam itu. Aku kalah, dan belajar darimu.

Beberapa kalimat ingin kusampaikan malam itu, namun tak bisa untuk kuungkapkan dengan jelas. Aku masih terkurung di ruang yang murung, hingga kau berulang kali memanggilku lalu aku tersenyum. Di setiap senyum yang kulahirkan malam itu, kutitipkan harapan. Kita tak pernah tahu apa yang terjadi hari esok, nanti atau beberapa jam kemudian, dengan itulah harapan hadir dan membuatku selalu optimis.

“Saling mendoakan, saling percaya, dan saling menjaga”

Kemarin aku menemukan kalimat dari seseorang teman yang berargumen dalam kelas, aku mencatatnya kemudian membacanya berulang-ulang.

“Kita punya ketakutan masing-masing, namun ketakutan itu dapat dihilangkan dengan adanya rasa percaya”

Selamat beraktivitas hari ini,

Kau mengerti aku. Selalu mengerti, semua pengertianmu itulah yang takkan pernah membuatku berhenti untuk merindu kala kita berada pada posisi seperti ini.

Namun, nikmati saja. Disinilah kita saling menjaga, saling bertitip harapan pada kalimat yang selalu akan mengerti dengan keinginan kita.

Oiya, saya lupa. Bahagia di minggu kemarin salah satunya dengan terbitnya tulisan duet kita. Ini langkah awal, #optimism.

“Mimpi itu sangat mudah diraih”, kata seorang kawan dengan rasa optimis.  

Kita akan Terus menulis...., menulis bersama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar