Minggu, Oktober 14

Keluarga


Kupeluk keinginanmu untuk memlukmu sangat erat.

Aku ingin sedikit bercerita tentangmu, tentang apa yang kualami beberapa hari terakhir ini. Saat sepasang kekasih yang telah merajut tali kasih dalam waktu yang lama datang menjemput. Aku tak pernah mengenal mereka sebelumnya, kecuali saat perkenalan di tempat yang kemarin. Mengenal mereka dari beberapa kalimat, di atas selembar kertas A3 dengan warna tulisan hijau. Dan saat melihat kertas itu, aku langsung mengambil kamera dan mengambil gambarnya. Sebagai harapan agar inilah yang menjadi tempatku. Dan akhirnya, ya.

Kau tahu apa yang terlintas di benakku saat pertama melihat mereka.?

Aku melemparkan jauh imajinasiku ke masa dimana kau dan aku telah bersama, dalam ruang yang jauh lebih dalam. Entah mengapa, setiap kali aku melihat mereka aku mengingat masa-masa itu. Jauh dalam-dalam pikiranku menjamah ruang yang tak bisa terjamah. Aku serasa mengenal kehidupan yang seperti ini.
Aku merasa sangat kuat, dan percaya akan semua yang pernah kukatakan padamu.

Ada banyak kesamaan yang kita miliki. Mereka juga pecinta buku, pagi ini aku dan mereka berkunjung ke beberapa toko. Dan kulihat mereka mencermati deretan buku dengan sangat tajam. Mereka berdua,mencintai buku. Mereka tertawa, dan saling menjaga. Aku ingin seperti itu, bahkan lebih dari itu.

Aku mengenal mereka secara batin, mungkin Tuhan tengah mengajarkanku untuk hidup seperti mereka. Bahkan lebih dari mereka lakukan.

Terlebih rumah yang kau impikan, aku kembali membuka catatan kecil yang kita tulis bersama di taman kota. Rumah itu, seperti rumah yang aku tempati hari ini. Sederhana namun serasa sangat luas dan menyenangkan.
Mereka juga senang berkeliling dunia, aku melihat foto-foto mereka. Saat menjeleajah beberapa negara yang ada. Menyenangkan bisa bersama mereka.

Aku berharap kau masih akan selalu menjaga dan kuat disana. Jika aku kuat disini, kau juga mesti lebih kuat disana.

Disaat hari dimana aku harus berpisah dengan keluarga ini, bisa kupastikan aku menitihkan air mata. Kejadian yang sama ketika malam aku berpamitan denganmu akan kembali terulang.

Kuatlah dengan rasa yang menguatkan.

Jika setetes air matamu mencoba keluar, biarkan ia mengalir menyentuh dua belah pipimu.
Setelah itu, kuatkan semuanya.

Disini, aku tengah belajar untuk membuatmu menjadi lebih bahagia denganku.
Berkeluarga, #optimism

Tidak ada komentar:

Posting Komentar