Sabtu, Oktober 20

Cermin Luas

Aku atau pun kau tak pernah tahu tentang hari yang akan datang. Maka, harapan hadir untuk membuatnya selalu terlihat, terdengar, dan terasa sangat indah. 

Aku atau pun kau telah berjanji bersama, 

"Saling mendoakan, saling percaya, dan saling menjaga" pesanku beberapa waktu lalu

Aku selalu percaya, bahwa jika aku menjaga maka kau pun akan menjaga. Dan ketika aku mulai berpikir untuk ingkar, maka kau pun mungkin akan ingkar. Maka, tak sedikit pun kucoba untuk ingkar dari jalan yang telah kupilih.  Siklus pikiranku akan seperti itu, berharap kau bisa menjaga terlebih untuk diriku sendiri. 

Pernah suatu ketika kau kemudian menegurku, mengingatkanku bahwa aku terlalu banyak memberi harapan atau janji, kemudian aku tak bisa menepatinya. Hari itu aku masih ingat dengan jelas, aku senang kau mengingatkanku akan hal itu. 

Di hari-hari selanjutnya, aku mulai mencoba untuk sedikit diam berusaha agar tak mengecewakanmu lagi. Dan hari ini, aku punya sedikit cerita tentang harapan. 

Di persinggahan baru ini, aku berada di tempat yang menyenangkan. aku bertemu dengan perasaanku yang sebenarnya. Perasaan yang sangat lemah dan tak berdaya sama sekali. Ketika dipertemukan dengan beberapa rupa yang terlihat sendu karena ditinggalkan, dibiarkan hidup dengan orang yang tak di kenal sebelumnya. Aku membayangkan banyak hal, termasuk melihat bayangan yang selalu kuharapkan. 

Kita tetap tertawa di balik jendela, meski diwajahmu atau diwajahku terlihat keriput yang mengepung. Kau tetap menemaniku dan membiarkan aku bercerita walau kadang membosankan. Kau tetap mendengarkan keinginan-keinginanku  yang aneh. Kau tetap menegurku, dan selalu menjaga rasa itu. 

Aku menahan bulir air mata, agar tak terlihat orang lain. Aku punya keinginan besar untuk mewujudkan keadaan itu, selalu bisa. Kau mungkin bisa sedikit membayangkan rasa bahagai yang menderu ketika membayangkan dan berada dalam atmosfer seperti itu. Kadang aku tertawa melihat mereka, sesekali merasa sedih. Mereka akan mengajarkanku untuk lebih kuat dari sebelumnya. Jauh lebih dari apa yang kau duga sebelumnya. 

Kondisi ini pun sebenarnya membuatku telah merasa kuat, ditambah dengan rupa-rupa mereka. Aku seperti melihat cermin yang sangat luas. 

Bantu aku untuk menjaga kata-kata ini, menjadi rangkain peristiwa yang nyata. 

Bahwa kita akan menua bersama. Lepaskan resahmu bila aku akan mati muda, takdir selalu memberi yang terbaik. Menyengkan bisa menulis perasaan, dan harapan. Akan lebih menyenangkan saat kita benar-benar menemukan harapan itu lahir dalam kenyataan. 

"Tak ada yang akan mati, kita akan berpindah tempat dari persinggahan pertama ke persinggahan selanjutnya" 

"Harapan selalu bisa terjaga, lalu menjadi kekuatan untuk menyulam kenyataan" 

"Jagalah dengan rasa yang telah ada, aku yakin kita bisa. Lindungi rasa itu"

"Kuatlah untuk rasaku yang semakin kuat untukmu" 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar