Kamis, Oktober 4

Aku Rindu...


Sejauh mana langkah ini akan pergi?

Sejauh mana mimpi itu akan memberi kita kabar kemenangan?

Sejauh mana kita mendapatkan apa yang belum kita dapat hari kemarin?

Sejauh usaha kita untuk mencapainya.

Kita memasuki lembar yang baru dan mencoba untuk belajar menuangkan kata rindu di dalamnya. Aku mulai menuliskannya, menulis, menulis, dan menulis. Aku kenal denganmu lewat kata, dan aku akan menjagamu dengan kata, dan lebih dari kata.

Usaha yang akan kita lakukan adalah langkah yang mesti untuk kita raih. Ada banyak lembaran yang mesti kita tulisi dengan kata demi kata. Selama kau masih selalu ada, dan bisa menjaga semuanya, mimpi, harapan, tekad, dan niat positif, yakin saja...., “Kita Bisa”

Seperti perjalanan malam ini, sedikit lagi aku akan tiba di sebuah persinggahan yang dulunya kubaca dari sebuah buku. Aku juga akan mengalaminya, kau orang pertama yang selalu membuat saya yakin untuk bisa merasakan apa yang telah dirasakan orang-orang dengan mimpi menjadi penulis. Aku jadi penulis, dan kau jadi penulis. Kita kurangi berbicara, dengan lontaran kata yang kadang tak perlu diucapkan di hari yang senang mengganggu, atau kita terjebak waktu dan berlalu dengan jejak yang tak pernah berarti.

Kita akan selalu, selalu menjalani lembaran demi lembaran yang akan kita hadapi.
Sebelum beranjak tidur, aku kembali sedikit membayangkan saat pertama kau menuliskan formulir pendaftaraan itu.

“Kau menuliskannya dengan cinta ya?” J

Tak perlu kau jawab, kecuali senyummu tiba-tiba datang.
Tulisan yang kau berikan cinta, akan kubalas dengan cerita demi cerita.
Aku percaya, tahap demi tahap akan dapat kita lalui. Pikiran kadang mengajak kita untuk mundur dan berhenti. Tapi, dengarlah perasaan itu, keinginan dan kekuatan mimpi yang ada.

“Berusahalah dan terus berjuang, bersama kita bisa!!!”

Untuk semua yang kau berikan, akan kutuliskan cerita-ceritaku dengan hati untuk hati yang senantiasa menanti. J

Aku rindu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar