Rabu, September 12

Jejak Bahagia


Mengikuti berbagai kegiatan dan menemukan hal-hal baru adalah hadiah Tuhan yang tak terhingga. Di beri kesempatan untuk menginjakkan kaki ke beberapa tempat menjadi pengalaman tersendiri yang bisa membuat kita belajar banyak hal untuk memperbaiki pribadi. Berkunjung dari satu persinggahan ke persinggahan baru, menikmati udara yang berbeda, desiran angin di berbagai tempat selalu berbeda di telinga.


Aku menikmati segalanya dan selalu bersyukur. Tuhan selalu memberi hadiah untuk kita. Bahkan dalam kejadian terburuk pun selalu ada bingkisan yang bisa kita buka dan pelajari dengan lebih bijak.

Beberapa tahun yang lalu, aku selalu merasa perjalanan ini adalah jejak-jejak kesepian. Di setiap persinggahan kadang aku mengeluh, kesendirian kadang mengundang sedih dan beberapa orang melihatku tertatih.

Aku menikmati dan tersenyum. Dan beberapa orang menilai aku tersenyum dalam luka.

***

Sekarang, kau telah berani untuk mengambil keputusan. Maafkan untuk segala hal yang telah kujalani dan yang telah kuberikan. Yang membuatmu masih terkesan ragu, tidak menjanjikan, tidak ada konsisten, kadang aku berubah, masih dipahamkan berulabg kali, kadang masih sulit percaya, dan berbagai hal yang telah membuat wajahmu kusam.

"Niscaya, kamulah..."

Aku menuliskannya diatas hamparan doa yang wajib kita sentuh bersama. Disana ada persinggahan  yang Tuhan sediakan untuk kita.

Keyakinan itu semakin keras, menggilas pesimis.

Kita punya jejak bahagia, dan akan selalu bahagia.

Kita adalah kita, sepasang hati yang terpaut dalam beberapa untaian kata.

Kau pasti mengeri...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar