Selasa, Agustus 28

Telah Berusia

Kemarin masih terekam jelas dari ingatanku, setelah semua berlalu dengan warna yang penuh dengan suka duka. Hari ini menjadi masa yang paling aku tunggu, tentang hari yang menjadi penanda akan usia hubungan kita berdua. Sebelumnya aku selalu mengira bahwa hari ini tak akan pernah ada, hari dimana aku merdeka dengan segala risau masa lampau. Aku terjajah dengan pikiran yang samar-samar suka memperdengarkan gelisah pada pikiranku. Sesekali aku merasa akan tersesat dengan alur yang kadang kala ingin melihat aku putus asa dan berhenti di jalan yang sebenarnya masih sangat panjang.

Hari ini aku mulai merasakan bahwa yang selalu kau katakan benar adanya. Sebelum dan sesudah hubungan kita berusia, semua telah bertutur tentang perasaan yang nantinya akan selalu saling menguatkan. Kita senang melempar sejarah, lalu menangkapnya dengan cerita yang mengundang kita untuk bertukar senyum lalu kemudian bertukar tawa.

28 Agustus 2011, setahun yang lalu kita sepakat untuk menjadi sebuah partner kerja. Aku enggan mengira ini adalah hubungan yang bernama pacaran. Berdasarkan catatan sejarah yang pernah kualami, pacaran hanyalah rentetan peristiwa yang penuh dengan dusta kemudian berakhir nestapa. Semua akan berlalu dengan sangat singkat. Maka, aku selalu menyebutmu sebagai seorang partner yang akan setia. Hubungan yang spesial, teristimewa dan akan kujalani sekali dalam hidupku.

Kemarin aku kembali mengingat peristiwa demi peristiwa yang kemudian membawa kita bermuara pada perasaan yang sama. Beberapa orang sempat pesimis dengan masa yang akan kita hadapi. Lalu beberapa orang juga optimis bahkan senang melihat masa yang telah kita jalani, dan masa yang akan selalu kita nanti untuk disambut dengan ceria. Kita akan selalu berterima kasih pada mereka yang rajin bercerita tentang apa yang dilihat dari perjalanan sepasang hati kita. Dua hari yang lalu, kita sempat berseteru hingga bukan lagi tawa yang hadir. Saling bertanya lalu beradu mengadu namun semua dapat terlewati.

Esok akan menjadi harapan, dan akan selalu kita dambakan. Untukmu, dan semua apa yang ada dalam pikiran dan perasaanmu, tetaplah menjaga masa. Semua telah berusia, jelas akan lebih baik dari sebelumnya.

"Percayalah", katamu.

Dan aku kemudian percaya, meski kadang kau ragu bahwa aku percaya.


“Terima kasih atas semua yang kau berikan dan selalu menguatkan”

Salam dari partnermu,

si pecemburu yang senang berburu senyum di paras wajahmu.

2 komentar:

  1. setahun sudah ternyata... padahal masih serasa kemarin kamu bisikkan dengan malu-malu kepadaku tentang parner kerja... mmmm aku iri... kamu bisa menjalaninya dengan penuh keceriaan meski penuh kecercaan pada awalnya. Sekali lagi selamat kawan... Rasanya perlu saya berguru kepadamu...
    selamat menempuh usia yang baru, moga berberkah...
    hormatku... Muridmu

    BalasHapus