Senin, Juli 23

Menjelang Subuh

menjelang subuh, nafasku sesak saat aku ingin melepas lelahku. aku bersandar dan masih agak berat kuangkat nafas yang seolah menggumpal tak ingin keluar seperti biasanya. aku keluar dari kamar, melakukan berbagai aktivitas yang kupikir akan sedikit menghilang itu. bukannya menghilang, malah semakin bertambah. aku mulai menyerah lalu membiarkan tubuhku bersandar lemah,

menjelang subuh, nafasku mulai mencari ruang yang sedikit agak bebas. aku membuka jendela mencari bintang tapi tak satupun kutemukan. aku ingin keluar dari ruangan ini, kubuka pintu dan kulihat sekitarku masih tampak gelap. nafasku semakin berat, sangat berat. aku mulai kembali membuka lembar demi lembar kertas catatanku, kutulis apa saja yang masih sempat kutulis sebelum aku tak mampu menggoyangkan tanganku.

menjelang subuhku,

aku menuliskan pesan untuk nafasku sendiri.

kau yang selama ini menjadi nafas,

aku punya tulisan untukmu, berupa doa dan harapan.

1 komentar: