Rabu, Juni 13

Ini A(Ku)

Kuatas namakan cinta untuk memperjelas bahagia yang telah kau bagi.

Kuatas namakan bahagia untuk memperjelas keberadaanmu.

Semua telah tertata rapi dengan lembaran yang akan kutuliskan di masa depan. Masa silam cukup mengajarkanku untuk bertahan dan lepas, atau hilang dan mati.

Dalam masalah ini, aku tidak pernah melupakan janji untuk diriku sendiri.

Membuat kau bahagia dan mampu merasa jauh lebih baik, itu saja tak lebih.

Aku pun mengizinkanmu berpaling,
disaat pijakan rapuh dan tak dapat diandalkan lagi
masa dimana aku akan menyalahkan diriku sendiri
tanpa harus kau yang merasa bersalah
inilah a(Ku) yang tenggelam
dalam
perih
namun tersenyum bak bahagia hingga aku mati

disaat pijakan rapuh tiba,
aku tak serta merta melahirkan ucapan untuk kau pergi
hanya melihat dan membiarkan
lalu meretas kesedihan
dan mengundang
masa lalu untuk menghantam dunia

inilah kerapuhan teramat dipenuhi oleh rasa sesal
kala kau tak dapat kuraih dengan cinta

ini kesalahan yang tak pernah akan kumaafkan

kuizinkan kau pergi
untuk mencari bahagia
kala kau dirundung ketakutan berselimut keraguan
akan kepastian yang akan kuberikan

maafkan
aku akan menjenguk rindu di bangku tua
tempat aku pesimis dulu,

dan aku memilihmu dengan cinta,
untuk kujadikan jalan terkahir
atas nama cinta
kunikmati perih
kunikmati tangis
kunikmati senyum
dan semua yang cinta berikan
kepada a(ku)

#maaf...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar