Senin, Juni 11

Harapan

Kau bisa memberiku harapan, disaat cinta tidak pernah memberiku kepastian.

Perasaan bukanlah hal yang mudah untuk kita pahami. Tapi perasaan bisa menjadikan kita untuk paham lebih jelas akan sesuatu hal yang lebih besar dan berarti.

Persaingan antara pikiran dan perasaan yang terjadi dalam dimensiku senantiasa berlomba dalam jalur yang sama. Hingga aku terkadang khawatir dengan kekhawatiranku sendiri, yang sesekali melampaui batas.

Maafkan, ketika kenyataan itu masih kau rasakan, bukan berarti bahwa aku tak mempercayai apa yang telah kau berikan selama ini.

Tapi, sejatinya aku masih mencari nafas yang hilang dalam batinku.

Sebuah kesyukuran ketika Tuhan menghadiahkan hadirmu untuk mengisi hari yang mungkin akan terlewatkan berat tanpamu. Bisa saja kaulah nafas yang kemarin hilang dalam waktu yang menyudutkan akalku. Disaat pertentangan perasaan dan pikiranku masih beradu di masa lampau.

Kini aku bertahan, meski awal kau memanggil aku "bocah" keraguanku bukan main hebatnya.

Hanya keputus asaan yang mewarnai tahun kemarin, panggilan itu hadir dengan penuh keresahan. Sebatas memainkan rasa yang pikirku tak mungkin akan terwujud, tak mungkin akan terungkap. Melihat dari semua yang kau lalui, di masa lalu, di tahun kemarin dengan kisah yang tengah kau jalani DengANnyD.

Aku menghindar, menutupi, lalu memodifikasi segala perilaku agar resah itu kemudian tak berujung dengan perih. Sebab dari awal, kusadari aku akan terperangkap pada labirin-labirin cinta yang saat itu menyesakkan.

Namun kini, kau bisa memberiku harapan, disaat kuyakin dengan cintaku sendiri, bahwa aku akan memberimu kepastian.

Harapanku, kaulah perempuan terakhir dalam perjalanku yang menjadikanku lelaki terakhir pula dalam perjalanmu.

#Harapan adalah sebuah kewajiban, dia bukan suatu kemewahan. Harapan bukan sebuah impian, tapi harapan adalah kekuatan untuk mengubah impian menjadi sebuah kenyataan.
(Dr. Henry Viscardi)

1 komentar: