Minggu, Mei 27

3.28.

Kemarin,

atau hari ini,

aku masih menyusuri

aku merasakan,

dan mungkin akan selalu

kala waktu membalikkan detiknya sekalipun


Kemarin,

atau hari ini,

dan mungkin hari esok

dan bisa jadi setahun kemudian

dalam temaram, aku masih selalu


Kemarin,

atau hari ini,

di kala kudengar simfoni

dengan alunan sendu

di balik sandaran bangku

tempat aku menyulam rasa


Kemarin,

atau hari ini,

di bangku yang kusandari

kutitipkan selembar resah

lalu kuselipkan

biarkan angin menjaga

serta merta kertas mendamaikan


aku melambungkan dunia

dua atau tiga langkah lagi

diamku merasuk

menembus tulang rusuk

tapi tak seindah pelangi

kutitahkan kisah masa lalu

tapi tak kukira akan kelabu


mana kala esok menandai perih

mana kala eok menyuruh dunia diam

mana kala esok menuntun menang

mana kala esok, apa yang kau akan lakukan?

apa yang kau akan buktikan?

apa yang kau akan berikan?


Dan aku tak lagi bertanya,

kala kau menemaniku mencari

lalu bersandar di bangku tua

dan bersama,


kemarin,

hari ini, dan mungkin esok

tapi kuharap selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar