Kamis, Februari 9

9 Februari

Tak ada hak untuk menyalahkan segalanya. Ketakutan akan semuanya bersumber dari pikirku sendiri. Sampai hari ini aku belum menyadari sisi yang berbeda itu, ketika aku kecewa dengan diriku sendiri. Maafkan aku, dengan sikap yang tak semestinya ada. Hari ini, ego itu bukan sekedar hal yang kecil namun telah mengacaukan hari yang kupikir akan indah. Dia datang menemuiku disaat yang tak tepat, betul-betul aku tak siap untuk menyambutnya, menerimanya seakan menikam hati sendiri.
Sendirilah aku melawan sisi yang tak ingin kuperkenalkan padamu. Disetiap detik yang begitu berat untuk melangkah, dan aku masuk dalam kondisi itu lagi. Kupikir semuanya telah mampu mendewasakan hariku, namun ternyata tidak. Aku masih lemah dengan diriku sendiri.
Sesekali, biarkan aku menepi untuk menghukum sisi itu. Sebelum kau menemuinya, ingin kubunuh semuanya dan kuhilangkan jauh hingga aromanya pun tak bisa kau hirup. Jejaknya pun akan kuhapus, semoga ini yang terakhir dan aku bisa menaklukkannya.
Maafkan aku, aku masih kalah.
Terlihat bodoh memang, namun ini sisiku yang akan selalu menang, jika kondisi mendukungnya untuk memunculkan dirinya. Dulu, aku selalu meminta bantuan kepada cinta yang mendekap, namun sekarang biarkan aku tak melibatkannya sedikit pun. Ini bisa membuatmu kecewa bahkan menertawakanku.
Dengan segala tahap yang ada, akan kulalui meskipun sesulit apapun itu. Meski sesakit apapun itu. Aku bisa, sendiri mengalahkannya.
Kemungkinan terburuk ketika sisi itu tak terlepas, maka cukup aku yang mengenalnya. Dan kau cukup berdiri bersama apa yang membuatmu nyaman, bermain dengan suasanamu sendiri. Kuharap kau tak menyalahkan tulisan ini, bahkan diriku yang terluka oleh pikirku sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar