Sabtu, Januari 14

Kesederhanaanku Mencintaimu

Aku tidak mungkin bisa memberikan apa yang selalu kau inginkan. Dengan segala keterbatasan yang ada, namun aku kan tersenyum. Setelah kuberikan ruang yang begitu indah untukmu. Dan itu terjaga di setiap hariku.

Inginku bukanlah apa yang seharusnya kau jalani, inginmu adalah nafas baru untukku. Sebelum waktu menjebakmu. Memasuki kondisi yang tak pernah kau pikirkan sebelumnya.

Bersamaku, “semoga”. Aku ingin kau selalu bersamaku,

“Maaf, telah merepotkanmu!”

Apakah ini adalah sebuah keharusan?

Bagiku, adalah sebuah keharusan. Entah bagaimana menurutmu? Kau senantiasa mendengarkan detak –detak harapan di dadaku. Atau bahkan kadang kau melihat keputusasaanku. Inilah hari dimana aku merasa kau semakin berada dan terjaga. Entah bagaimana denganmu?

“Maaf, telah menyulitkanmu!”

Aku menemani harimu dengan indah, selalu untuk mengindahkan hari. Bagaimana pun situasi yang ada, aku akan mengubahnya. Selalu memberikan apa yang kau inginkan. Tersenyumlah untuk memahami rasaku yang sederhana. Lewat senyummu aku menaruh harap yang lebih kuat.

Lihatlah aku ketika kau merasa sepi, sentuh jiwaku saat kau kembali lupa tentang harapku. Dengarkan alunan kata di setiap paragraf yang kuhadirkan. Hirup aroma kasihku dalam rindu yang senantiasa menabur harumnya.

“Anggap aku ada, karena aku memang ada!”

Bahkan ketika kau tak melihatku di sampingmu. Namun kuharap jiwamu mampu melihat jiwaku yang selalu ingin bersamamu. Dalam ketiadaan pun, aku ada untuk jiwa yang menepati satu janji. Sesederhana kata dengan selipan harapan, inginku kau tersenyum dan menjaga harapku dengan tulus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar