Senin, Desember 19

Majas Oksimoron ^^

Jika hari itu tiba lebih cepat dari yang kuprediksikan, aku tidak bisa lagi berpura-pura untuk tegar. (jawaban pertanyaaan seseorang, terkait cerita ini.!)

Bergegaslah untuk menyelesaikan tugasmu, mengakhiri masamu dan memulai warna hidupmu yang baru. Kalimat yang akan kusampaikan saat kau telah melewati indahnya mahasiswa S1 telah kutemukan. Dan itu pelajaran yang kudapatkan saat kau memberikan kuliah umum pada pukul 23.00 WITA. Menggunakan majas oksimoron, bermain dengan pertentangan. Disatu sisi aku bahagia, namun di satu sisi aku merasakan kegundahan.

Terima Kasih telah mengajarkan majas itu! ^^

Tak dapat kupungkiri, berkecemakunya rasa yang dihadirkan hari itu sangatlah besar. Tentu akan berbeda dari masalah sebelumnya. Namun aku telah mempersiapkan coping stres (mengertikan tentang coping stres? ^^) untuk menghadapi waktu itu, termasuk kehadiran oksimoron malam kemarin. Sejujurnya, aku ingin melihatmu selesai lebih awal, sebelum kau memasuki masa-masa rentan sebagai seorang mahasiswa S1. Namun aku tetap ingin melihatmu untuk tetap berkarya bukan sekedar menjadi manusia yang berhenti di satu titik yang biasa-biasa saja.

Aku juga menanti hari itu,!

Hari dimana aku mendengar kabar bahagia namun menyakitkan, serta sangat menggalaukan.

(pernyataan di atas sudah termasuk oksimoron atau belum? Jawab sendiri, sms kalau betul! ^^)

Hari disaat kau harus berhadapan dengan tuntutan kehidupanmu, ketika cinta lain datang memberi kepastian dan keindahan yang berbeda. Jika faktor X memintamu untuk menyambut dan menerima itu, entah majas apa lagi yang harus aku gunakan. Adakah majas yang lebih keren dari majas Oksimoron? ^^

Aku hanya menggambarkan sedikit sketsa lukisan pagiku tentang kegundahan, namun kebahagian setelah kau tersenyum dalam luka, namun aku lebih terluka nantinya, tapi ini sudah jalan yang kupilih, semuanya telah indah, dan akan indah pada waktunya. (majas oksimoron berganda disertai galau, eh majas galau maksudku).

Sejauh ini sangat indah dengan cerita berparagraf sederhana bersamamu, dan aku ingin mengakhiri paragraf terakhirku diusia yang tak lagi dipermasalahkan. Dimana kau masih selalu setia memberiku kekuatan dan inspirasi, dan paragraf terakhir itu akan kulukiskan namamu, sebab aku telah mencintai cin(T)a.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar