Jumat, September 2

Psikologismu Itu Sendiri.

Kemudian memandangi awan yang bertopeng kegelapan, sepertinya bintang mengusir setitik cahaya di pusaran angin yang mencoba menutup bulan sabit. Terpanggillah tanya pada suatu malam yang berhiaskan sepi, sebelum kau yakin untuk memilih mengisi ruang sederhana untuk mengubah semuanya, menjelma dalam kumpulan huruf yang bersenandung dalam kalimat berirama sendu.

Aku bukanlah sesuatu yang berarti, tapi kuharap kau mampu memberikan arti untuk cinta. Tidak semudah apa yang kau ungkapkan, sekiranya cerita ini akan menjadi beban saat kau belum memiliki keberanian. Berterima kasihlah pada ketakutan yang nantinya akan membuatmu berani secara perlahan, ini hanyalah permainan sederhana dari kondisi psikologismu. Di batas waktu yang tidak pernah kutentukan, dan tak bisa aku prediksikan, kau akan seperti ini. Mungkin...

Selalu, namun bagiku cukuplah seperti ini. Pertanyaanmu malam ini cukup hanya untuk hari ini saja, semoga aku tak akan membaca atau mendengar pertanyaan seperti itu lagi. Aku tidak pernah terbebani dengan masalah ini. Itulah yang menurutmu baik, dan kupikir memang seperti itulah seharusnya. Keadaan hari ini sudah kupertimbangkan, risiko itu adalah hadiah untuk hari yang selalu dilewati dengan kecerian tanpa berhenti melewati satu masalah.

Kau bisa menghidupkanku meski hanya di ruang yang sederhana, tanpa harus memberiku sesuatu. Kau bisa mencerahkan pagiku meski hanya di ruang sederhana, tanpa harus menjelaskan sesuatu. Yang kupahami, kau telah memberiku kepercayaan hari ini. Kepercayaan yang sejati adalah saat kau mampu memberi dan menjaga apa yang kau sebut kepercayaan itu sendiri. Aku selalu menunggumu untuk percaya dengan apa yang ingin kurasakan, apa yang sebenarnya ingin kurasakan akan kau pahami jika kau benar-benar menyambut rasa yang kuberikan. Namun, saat kau menganggap ini hanyalah beban, aku memilih abadi dalam penantian.

Kau berani melawan ketakutan, kau bisa memenangkan permainan psikologismu sendiri. Hari ini, biarkan semua mengalir dengan sederhana. Jika kemudian esok kupahami kau sulit atau bahkan tak mampu untuk melaluinya, tentu akan ada jalan yang lebih baik dibanding semua yang kita anggap baik.

*cin(T)a

Tidak ada komentar:

Posting Komentar