Kamis, September 8

Jemarimu

"Terakhir, kuharap kau mampu mengubah semuanya!"

Hari yang kemudian membiasakan cerita ini berjalan dengan sangat teliti. Memperhatikan setiap sudut ke sudut yang nantinya bisa meniupkan angin biru membahana menguasai reruntuhan rasa yang dulu terdengar membosankan (baca: menyedihkan). Semua telah terbantahkan jikalau kau mengurai satu per satu sepiku. Kau tetaplah rindu yang mengenang hadirnya rindu, aku percaya dalam setiap pijakan nafasmu tersebut kedamaian jika bersama rasa.

Malam ini kemudian indah, saat jemari berbicara bersama jemari yang saling merindu. Di tengah keramaian tawamu, aku semakin tenggelam menuju dasar ruang yang kau beri warna. Kau memungkinkan aku untuk mengubur kesepianku,

"Terakhir, kuingin kau mampu mencintaiku sepenuh hati!"

Semudah apa atau sesulit apa hari esok? Kau mampu memenangkan kesederhanaanku untuk bertemu bahagia. Bahagia yang sederhana,

Aku bisa sepanjang waktu menemanimu, sebab aku telah memutuskan untuk itu. Kecuali hari esok kau mampu temukan ruang sederhana yang mampu memberimu semuanya, aku tidak akan menahanmu, jika kau ingin kembali ataukah kau merasakan sesuatu yang harus kuterima dengan senyum, aku telah membebaskan rasa yang kau miliki, percaya bahwasanya sebebas apapun itu, kau akan tetap di ruang hatiku. Aku percaya dengan janjimu..., :)

Sepanjang waktu...

Jemariku mungkin merindukan jemarimu...
Matamu mungkin merindukan matamu...

bukan mungkin, tapi Ya.!!!

Kuyakin kau bisa sepenuh hati dan sepanjang waktu., mencintaimu adalah jalan yang menyenangkan. Tersenyumlah untuk hari esok yang lebih bahagia...

Aku mencintai Cin(T)a...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar