Kamis, September 1

Aku, Kau, dan cin(T)a

Sepertinya aku memberimu apa yang tidak pernah ingin aku berikan pada siapapun, hingga waktu menepikan semuanya. Bukanlah sebuah kesalahan jika kuanggap kau satu warna yang berharga hari ini, maaf bukan hari ini tapi untuk beberapa waktu kedepan (baca: selamanya). Selang waktu berganti semua akan menjelaskan langkah demi langkah yang menguatkan semua yang ingin kugapai bersama rasa yang kau persembahkan.

Semua tidak sertamerta mendamba sebuah bahagia yang nyata, namun aku ingin kau mampu merasakan senyum yang kutitahkan bahagia di dalamnya. Kisaran beberapa detik lagi aku masih merumuskan hidup dalam imajinasiku, aku tidak ingin menjabarkan kesedihan dalam harimu. Cinta akan selalu berpihak pada hati yang tulus mencinta, cinta akan terus bertahan tanpa merasa terusik oleh waktu, asalkan cinta selalu kau hadiahkan kesetian terhadap cinta itu sendiri. Hadiahkan aku kesetian di setiap pergantian umurku, dan kuhadiahkan lebih di setiap pergantian harimu.

Kuharap kau masih menyimpan bunga yang kupetik di dunia imajinasiku, semoga bunga itu masih terjaga dan tak layu dalam waktumu. Semua tidak kupersembahkan pada hadirmu melainkan kepada hatimu, sebelum kau menyadari atau meyakini bahwa aku telah benar-benar mencintaimu dalam dimensi yang jauh berbeda yang ada dalam pikirmu. Apakah aku bergurau? Tentu tidak, aku yakin dengan apa yang aku tuliskan di saat kau mungkin tengah tertidur lelap setelah seharian kau memberiku cerita baru dalam perjalanan menit yang rapuh.

Secepatnya aku ingin kau pergi jika kau mulai ragu dengan pilihanmu untuk memilih cerita ini, aku tidak akan bermain pada ruang yang terkadang dipenuhi kepalsuan. “Yakinlah” untuk bertahan, dan aku mengabadikan kisahmu pada lembaran putih yang tidak akan ternodai oleh salahmu, kau bisa saja menghindar namun aku telah memilih untuk tetap disini, terperangkap dalam indahmu. Kau tidak akan pernah kusalahkan atas apa yang telah terjadi di hari esok. Kuharap kau mampu mengajarkanku apa yang disebut Ketulusan.

Terimalah apa yang harusnya kau terima, ajarkan aku apa yang nantinya aku akan abaikan. Berikan aku harapanmu, berikan aku sepenuhnya, kelak aku akan menjaga dan melindungi semuanya. Hari esok kusiapkan untuk membuatmu tersenyum bahagia dalam bingkai yang jauh lebih berwarna.

Angin akan selalu menghempaskan luapan emosi negatif maupun positif manusia di muka bumi ini, esok pun selalu melahirkan situasi yang menciptakan cerita seperti itu. Tidak dapat dipastikan bahwa perjalanan ini akan selalu berjalan dengan indah, namun kuharap kau selalu setia pada apa yang kau impikan denganku. Jaga mimpi itu, sebab angin bisa saja mencurinya tanpa kau sadari. Tuhan akan menjawab doaku, saat kau mampu bertahan dalam perjalanan yang nantinya berujung senyum bahagia.

*Di hatimu, izinkan aku melabuhkan hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar