Minggu, Agustus 7

Surat Tua


Kupandangi deretan kata pada surat tua
di bawah terik matahari waktu itu kuantarkan
rentang waktu sebulan lalu menyesatkan
jalanan sepi menari berkisahkan perih
suratku bila kau simpan di atas meja akan mencair
sepasang kalimat bercerai berai menagih tinta yang melahirkannya
pada sore yang biasa, mungkin kusadari

Pada meja yang kian berdebu
surat masih rapi tak tersentuh,
tinta bukan lagi ayah dari kelahiran kata-kata
kertas bukan lagi sandaran hangat
untuk sore yang biasa, mungkin kusadari

Debu kian bergembira menemani surat
berbaring lemah tak berdaya menanti angin
angin...
hembuskan saja hadirmu agar surat itu jatuh
berbaring rapi dan damai dalam tumpukan kertas lainnya
dalam tempat sampah peristirahatan kertas kusut

untuk sore yang biasa, mungkin kusadari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar