Kamis, Agustus 4

Pikirku...

Selamat Pagi..., :D

Kuhadiahkan setangkai bunga yang kupetik diruang imajinasiku sendiri. Bunga itu indah, namun senyummu lebih indah pagi ini. :D

Kau akan terlihat cantik jika sebelum membaca ini, kau tersenyum.
Aku tahu, "Kau cantik hari ini, kemarin, esok dan seterusnya" :D


Baiklah, kurasa semua jelas.

Kau hanya akan mengerti saat kau pun merasakannya. Dan sepertinya, kau pun merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Jika kusebut ini cinta, entah apa yang ada dibenakmu? Dari semua cerita tentang rindu, cerita tentang sepi dan cinta, namamu selalu kutuliskan dalam kumpulan huruf yang selalu kau tanyakan. Langkahku mungkin hanya sampai disini, setelah kau mengerti apa yang aku rasakan. Aku masih bingung...

Aku tidak pernah menginginkanmu pergi, bahkan aku menginginkanmu. Lebih dari apa yang kau pikirkan, untuk saat ini biarkan semua tetap berjalan sepeti biasa, hingga kudengar kabar kau sendiri. Saat itu, akan ada sedikit keberanian untuk memanggilmu membantuku mengurai sepi.

Kau bukan seseorang yang berada dalam ruang sepi, kau punya seseorang yang kau anggap dia memberimu warna. Dan sangat jelas bagiku, orang itu jauh lebih baik dari aku yang saat ini masih berada pada titik-titik rendah. Kutarik nafas panjang, kupikir kau akan bahagia bersamanya tidak dengan manusia seperti aku.

Tanyaku kau jawab, saat malam menutup hariku di ruang khayal. Biar saja aku tenggelam dalam khayal, selalu hadirmu kutunggu. Kau bisa rasakan apa yang aku rasakan. Bagiku itu pun sudah cukup, kau dalam ruang istimewa saat ini. Biarpun kau tidak akan menemuiku, biarpun kau tidak mengindahkan hadirku, biarpun kau memilih dia, aku tetap disini. Menunggu kau beriku satu kesempatan...

Pintaku., tetaplah bersamanya. Tak perlu risaukan rasaku. Ini salahku jika harus terjebak sepi di jalan yang kupilih. Aku tetap akan mendengar masalahmu jika kau ingin bercerita, bahagia itu dari senyum sederhanamu. Jika dia yang memberimu warna dan senyum, kenapa harus kau tinggalkan? Bukankah akan lebih indah jika kau bersama dia,

All is well (3 idiots)

Aku mencintaimu, ketika hamparan rindu menerpa relung putih. Tempatku mengubur rahasia hatiku sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar