Selasa, Agustus 2

Pagi ini Untukmu

Kuawali pagi dengan menuliskan namamu dalam sebuah catatan kecil yang kusimpan di samping kamus besar Bahasa Indonesia kamarku, agar saat aku kehabisan kata-kata, langsung saja aku bertanya pada kamus. Yang kulakukan adalah memanfaatkan apa yang aku rasakan pagi ini dan kutulis apa yang kurasakan. Meskipun terkadang aku harus bingung sendiri melihat apa yang kutulis, entah berubah jadi tulisan singkat atau menjadi cerpen. Yang jelas, kusempatkan untuk menulismu dalam gelombang rasa yang semakin berbahaya.


Kuajarkan pada diriku sendiri untuk menjadi rumput, mengertilah tentang rumput!

"Kenapa harus seperti ini dan begitu?" tanyaku dalam hati.

Pertanyaan yang nantinya akan menjawab hari yang cerah untuk hidup yang kian menikam. Berat namun inilah hidup yang harus dijalani. Termasuk dengan hadirmu, harusnya aku tidak menambahkan namamu dalam catatanku. Namun , aku sendiri tidak mengerti dengan hari ini.

Kau mungkin bisa menjelaskan, tapi sejauh ini kau hanya terus bermain-main dan tidak memberi sedikit jawaban. Atau bisa jadi, aku yang salah dalam memperhatikan hari-harimu.

Penggalan puisi KG mungkin bisa mewakili perasaanku pagi ini.,

Kusucikan bibirku dengan api suci untuk
berbicara tentang cinta
Tetapi saat bibirku kubuka untuk bicara,
kudapati diriku diam membisu
Aku biasa mendendang lagu cinta, sebelum
aku memahaminya
Tetapi ketika aku mengerti,
Segala kata dari mulutku jadi tak bernilai
Dan nada-nada cinta dalam dada jatuh ke
dalam keheningan yang dalam
Wahai manusia, di masa lalu padaku kalian
bertanya tentang rahasia dan misteri cinta
Lalu aku jawab dan puaslah engkau
Tetapi kini, cinta itu menghiasiku
dengan baju kebesarannya
Maka giliranku padamu bertanya
tentang jalan-jalan cinta clan keajaibannya
adakah diantara kamu yang dapat menjawabku?

2 komentar: