Senin, Agustus 22

Menuturkan Kata

Kusaksikan malam terasa mendamba
pada seruan angin yang menumpahkan pintanya
samar-samar terdengar mengusik batas mahligai
menuturkan kata
kupastikan dawai mengutus nada pertama
isyaratkan gelombang mengutus makna
kebingunganlah aku dalam garis tak terjamah
mentaati detik sementara kau memberontak

menuturkan kata
kembali awan menutup langit malam
dari setiap bintang dengan cahayanya
semua terhenti dan menuturkan kata
nada telah terurai oleh malam itu sendiri
sementara dawai sebentar lagi akan putus
sebelum sempat kunyanyikan
karena kau ikut menuturkan kata

telah berlangsung dan kau tak menyadari
kututurkan kata
sebagai persembahan untuk rasa
sebagai perisai untuk hati yang rapuh

kata apapun itu,
semua tak berdosa pada keadaan
salahkan aku
yang mungkin salah memaknai tutur katamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar