Senin, Agustus 1

Kutuliskan RasaKu,

Ada kalanya kita harus mundur, harapan kemarin dan bahagia kemarin mungkin bukanlah yang terbaik untuk kita. Tuhan selalu memberikan yang terbaik, dan saya selalu merasakan hal tersebut. Hidup ini selalu indah, tak ada yang buruk. Jika saja kau bisa menemaniku untuk mengurai sepi dan berbagi cerita disini. Tapi, sudahlah.!!!

Kemarin teman mengingatkan apa yang pernah aku sampaikan padanya sendiri, tepat saat dia galau dengan cintanya. Pesan saya saat itu, "Jika memang bahagiamu disana, perjuangkan saja!". Kalimat yang dulu aku sampaikan akhirnya dia dengar, dan hari ini dia sudah mendapatkan itu. Sewaktu sang teman ini melihat postingan saya yang serba galau, dia juga memberi semangat saling menguatkan. Sekaligus mengingatkan apa yang pernah saya ucapkan.



Aku tersenyum, senang punya teman sepertimu. Kupanggil kau HIU.., hewan favoritnya lumba-lumba tapi karena kupikir kau harus lebih hebat dari lumba-lumba, kupanggil saja kau HIU. Jangan marah nah...., :D Penghormatan tertinggi kupersembahkan padamu....

Terima Kasih telah mengingatkan kalimat itu. Tapi masalahnya, kau tidak mungkin mengganggu orang yang telah bahagia. Aku tidak akan pernah mencoba seperti itu, jika dia telah punya tempat sendiri cukuplah aku yang merasa sepi tanpa harus mengusik hari-harinya. Semuanya salah saya, yang harus menyimpan rasa pada ruang yang telah termiliki.

Postingan ini untuk menjawab pertanyaanmu, kenapa harus diam? Aku diam karena itulah yang terbaik, kalau bisa ingin kutanam sepiku, nantinya akan berbuah bahagia. Di Dimensi yang berbeda, kau akan mengerti.

Kesalahan ini tidak perlu dia mengerti, mungkin hanya butuh waktu untuk bertahan atau pergi jauh.

Menurut harus apa? Ceritamu sudah indah, maaf harus berbagai galau lagi....

2 komentar:

  1. diam takkan mmbawamu pada kebahagiaan mu... stidak na bersuaralah untuk rasa yg km pny... (ingat kata2 org jg)...

    BalasHapus
  2. na ingatnya kata2 ku.., tengkyu nah.!!!

    :)

    BalasHapus