Sabtu, Agustus 6

Bodoh,

Sejauh ini kau masih ragu? Kuharap tidak,

Hanya saja aku yang masih kebingungan dengan hadirku sendiri, yang nantinya akan membuatmu merasa terbebani. Aku tahu kamu terlalu baik dalam menghargai setiap hariku, namun kau mungkin tidak akan ragu dengan keputusanmu sendiri menghadapi hari-hari yang sulit bersamaku. Sebentar lagi mungkin kau akan membiarkan aku pergi, melepas dan melihat semuanya terbang bebas mengikuti angin. Bebas sebebas angin menghuni seluruh alam yang selalu indah memberi pelajaran sarat makna.

Bukan tidak ingin pergi, namun seperti yang kukatakan sebelumnya. Aku tidak pernah menyesali ruang ini, terjebak selama apapun akan kusyukuri. Katamu anugrah, baiklah kukatakan seperti itu juga. Yang kupikirkan hanyalah harimu saat esok kemudian menitipkan sedihnya,akan ada beban dalam setiap harimu. Jika demikian, sungguh ini cobaan termanis dalam hidup.

Tersenyumlah, walaupun hari ini sulit untuk dihadapi percaya saja bahwa aku akan memberimu yang terbaik, dan memberikan apa yang terbaik untukmu meskipun tidak baik bagiku. Sudah saatnya aku buktikan kalau pisces itu orang yang siap berkorban. :)
Ini bukan akhir, bukan awal, hanya saja rasa biru telah menemuiku setiap kali memikirkan bebanmu.

Dalam malam yang selalu melukiskan gelapnya, pada bintang yang terus berbagi sinarnya, aku membisu. Sulit memaknai tindakanku, bodohkah ini? Saat membiarkan seseorang yang dicintai harus pergi dengan cinta yang lain, sementara disini aku pun menyimpan rasa yang lebih dari yang dia pahami. Jika harus berdiam seperti ini, melewati malam demi malam akan membiarkanku hilang dalam gelapnya. Jadilah malam, tenggelamkan aku dalam gelapmu.

Aku memang bodoh, belum mengerti apa-apa, kecuali satu yang kupahami.
Para rumput akan bertahan disampingmu, meskipun hadirnya hanya akan menganggumu.


*Aku telah mencintai cintamu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar