Selasa, Juli 26

Memang Tak Pantas..

Semalam aku menulis namamu dalam sebuah surat cinta, bukan surat cinta namun catatan-catatan tak berharga yang di dalamnya ada hamparan rindu. Kala aku mulai membaca tulisanku sendiri, terasa kau semakin dekat dan menatapku. Ini bayangmu, dalam harapku kau terus lahir dari imajinasi-imajinasiku. Bayangmu telah menguasai setiap sudut pikiranku.

Ketika malam itu kembali datang, mengundang rindu memancing sepi pada gelapnya malam yang satupun bintang tak memberi cahayanya. Benar bahwa malam ini, malam yang luka dengan hampran bintang bersembunyi dengan hebatnya di balik awan malam itu. Kukalahkan rasa ketakutanku melihat keadaanku sendiri, mungkinkah kau disana tengah merasa sedih, hingga aku seperti mendapat firasat buruk dengan keadaanmu. Atau aku yang selalu salah mengartikan hadirmu. Kuharap bersamanya kau masih berdamai dengan hatimu. Dari jauh aku terus mendoakanmu agar tuhan tetap memberimu cinta yang indah, dengannya kau bahagia.

Sebagai terapi malam itu, aku terus menuliskan namamu dalam kisahku. mengubur harapku. Untuk menghadapi masalah hati yang galau, ijinkan aku menuliskan namamu dalam tiap lembaran kasih yang tuhan hadiahkan. Betapa hebatnya rasa yang tuhan titipkan padaku, kau akan bahagia bersamanya. Semoga sangat berbahagia. Jauh sebelum nantinya kau mengerti akan perasaanku, aku tidak akan pernah mengungkapnya. Kupikir, kau bisa dapatkan kisah, dapat cinta yang jauh lebih baik. Dan karena aku memang tak pantas.

1 komentar:

  1. Jika menurut Tuhan dia adalah yang terbaik untukmu, maka Tuhan akan memberikan dia untukmu ^_^

    BalasHapus