Sabtu, Juli 23

Jika Kujelaskan Hari Ini Bagaimana?

Aku masih merasa sangat kedinginan, tubuhku beku menantang udara pagi ini. Sebelum mentari membagi sinarnya padaku, aku masih bertarung dengan inginku sendiri. Sekiranya aku ingin menang dengan masalah hari ini, kemanapun arah angin, nantinya akan kucari kau. Kau adalah apa yang kurasakan, apa yang ingin kupahami ada padamu, apa yang ingin kujelaskan ada padamu. Semua ada padamu, karena sepiku berkata demikian.

Bila saja ada melati yang bisa kuberikan langsung padamu hari ini, maka saat itulah kuungkap rasa yang tak mungkin terbalas. Setidaknya sempat aku mendengar ketidakinginanmu pada rasa itu. Benar tidak berarti, benar tidak berharga pada dirimu.



Jika semua telah menjadi indah, maka akan ada senyumku yang kulahirkan untuk menghargai hari yang penuh sepi. Rindu, sepi, bukan cin(T)a.

Jika aku menjelaskannya padamu, dengan suara yang rendah di pagi buta. Kuyakin kau akan tertawa, heran, dan menganggapku bodoh. Namun hidup terasa tak adil jika semua seperti itu, setidaknya kau mendengarnya dan memberiku senyum. Cukup itu.

Dari senyummu, mungkin semua akan terlihat tanpa kau melanjutkan kata demi kata untuk mengubur harapku.


3 komentar:

  1. kereeen tulisanmuu cucukuu....

    BalasHapus
  2. Knp nda bisa di follw blognya nenk??

    BalasHapus
  3. deh...waann...jelaskanmi saja wan, daripada ...daripada..

    BalasHapus