Jumat, Juli 22

Jangan Peduli Cin(T)a ku...

Kembali aku mengurai titik demi titik yang kusimpan untukk sebuah garis di hatimu. Kembali aku bersedih melihat semua kenyataan sore tadi, tentang semua tingkahmu yang benar-benar indah namun bukan untukku. Di pemberhentian mobil angkutan, aku masih melihat bayang-bayang perih diselimuti kecewa. Indah dan kau memang indah dalam garis yang belum sempat kuperlihatkan padamu saat ini.

Alangkah sepi dan memilukan jika hari itu kau menjelaskan perasaanmu yang sebenarnya padaku, menceritakan serta menjelaskan sikapmu yang seperti itu dan aku yang salah mengartikannya. Aku pernah membaca senyummu kala senja menemaniku berbagi cerita di tepi harapan yang sebentar lagi punah dan menghilang begitu saja.

Kusepakati bersama rindangnya pepohonan di samping rumah sahabatku, kusepakati dengan rumput yang tumbuh di halaman rumahku, kudengarkan suara-suara pagi yang memberi cintanya pada bumi. Sementara aku mendengarnya, aku berharap esok kau mampu seperti suara-suara alam disana.

Kapan aku menemukan waktu yang indah, waktu untuk menjelaskan perasaanku sesungguhnya. Kembali ke masa-masa yang mengharu biru. Selalu di awali dengan senyum polos dan berakhir dengan raut wajah yang dihiasi warna pedih nan sedih memilukan.

Sampai kapanpun jika aku masih ada, akan selalu kujelaskan cintaku pada malam. Sore itu aku jatuh cinta. Malam ini, aku membisu pada langit dan setengah purnamanya.

Kau sepertinya belum percaya dengan tingkahku, ketidakpantasanku hanya bersifat sementara. Kuyakin aku mampu mengubahnya, jika saja kau memberiku kesempatan untuk memulai memasuki ruang rindumu.


Semoga ada sedikit atau secuil rasa berani untuk menjelaskannya padamu...! Kau selalu membacanya dan kau tak menyadarinya.Semua karena masih adanya rasamu yang tertinggal di hatinya, seseorang yang ada disana. Yang jika dibandingkan denganku, bukanlah apa-apa. Hanya bermodal cinta, aku ingin mencintaimu setulusnya cinta. Jika kau anggap aku hanyalah manusia hina yang tak berarti apa-apa di hatimu. Biarlah.!

*Sedikit pun kau tidak menyimpan rasa, namun aku tidak akan berubah. Terlanjur, cinta menjadikan seperti ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar