Sabtu, Juli 30

Hujanlah...

Betapa bodohnya jika kau harus menemani rumput yang tumbuh di pematang sawah, yang hanya berteman dengan belalang kecil. Kau tak perlu datang mendekat, tak perlu hiraukan dinginnya malam yang menjadi kisahku. Kau cukup menjaga indahmu bersama dengan apa yang kau anggap indah. Tumbuh, harum semerbak wangimu pancarkan cahayamu. Dari berkas cahaya yang kau pancarkan, aku bisa.!!!

Cukup aku mendengar kabarmu, bahagiamu, dan kisahmu dengannya.

Cinta telah cukuplah untuk cinta. Meskipun terus menjadi sederhana, dan terus membingungkan. Kau akan mengerti suatu saat nanti, karena ini cin(T)a...!!!

Lihat saja para bintang yang masih bersinar hingga kau membaca tulisan ini, semua itu karena para bintang memilikinya, memiliki satu kekuatan, cahaya yang indah dan terindahkan oleh malam. Jangan kau sambut sebuah kepedihan dengan air mata, berbahagialah selalu. Kau punya cahaya itu,


Malam ini jika hujan turun, aku bahagia. Aku akan bebas untuk mengeluarkan sepiku, sedihku. Saat hujan, belalang pun tidak menyadarinya kalau aku meneteskan air mata. Bahagiaku ada saat hujan. Malam ini, hujanlah untuk menghapus sepiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar