Jumat, Juli 29

Hadirmu Pagi ini,

Sadar atau tidak, kau telah menanam sebuah rasa yang harusnya tumbuh dan subur dengan hijaunya yang damai. Namun, aku bukanlah manusia yang selalu ingin menerima sesuatu dengan mudah, termasuk hadirmu yang saat ini terus memberi bayang, mengikuti langkah dan menjebak logikaku pada lorong-lorong berliku.

Kau benar jika harus mencintai seseorang haruslah berlandaskan cinta yang sebenarnya, namun aku belum mengerti cinta yang kau maksud. Cintamu adalah seseorang yang jauh lebih baik, dan untuk cintaku....., cinta itu pun belum terdefinisikan pagi ini.

Cinta.., bersabarlah. Cinta..., bersyukurlah. Cinta..., tersenyumlah.

Terkadang gugurnya dedaunan mengisyratkan bumi yang tengah merindu akan hembusan angin, gelombang air melukiskan hadirnya sebelum jujur pada tepi, mengakuinya pada rumput-rumput sepi, dan pohon tua akan menemani di sebuah danau, tenggelamlah cinta, rindu, dengan seluruh rasa birunya.

Kelak pada suatu waktu yang telah tuhan tentukan, aku berterus terang, aku jujur, dan aku mengakuinya bahwa cinta adalah cinta yang menggetarkan rasa, menghidupkan hari, melahirkan senyum, merangkai damai, namun terkadang mengundang kesedihan. Beruntunglah aku berteman sepi, yang selalu mendengar ceritaku di dimensi waktu yang berbeda, tanpa kau dengar dan itu sangatlah menyenangkan.

Setiap jiwa adalah warna, setiap warna memiliki rasa, dan tiap rasa ada pada suatu individu masing-maasing. Aku telah memilihmu, meski waktu belum memberi kesempatan pada detik-detik untuk mengurai hari yang begitu berat tuk dijalani.

Jika kuhadapi hadirmu, ceritamu yang menyedihkan, maka aku bersiap menerimanya. Cintaku belumlah bisa kusebut cinta sebelum kuyakinkan nuranimu sendiri bahwa aku mencintaimu.

Jika benar ini cinta, ijinkan aku membuatmu tersenyum.
Jika benar ini cinta, kutegarkan hatiku untuk terluka
jika benar ini cinta, maafkan....
jika benar ini cinta, biar kujaga sendiri

hingga waktunya nanti kau terdiam, hingga akhirnya kau pergi, hingga akhirnya kau tak peduli.

Cinta hanyalah cinta, yang mengajariku untukku tegar, mengajariku untuk selalu bahagia, dan hadirmu adalah cinta.


1 komentar:

  1. PUitissss... :)
    Ning jadi ingat seseorang kalau yang kayak ginian nih...
    Hehehe

    BalasHapus