Minggu, Juli 31

Bunga Dandelion

Saat ini, saat aku berharap kau mengerti. Angin selalu menghembuskan hadirnya pada sepi yang kian menguat. Dari jauh, aku memandangmu, menitipkan rindu pada angin, lalu kubiarkan angin membawanya. Entah sampai atau tidak, yang saya mengerti hanyalah, aku mencintai apa yang tidak kau pahami.




Terhempas oleh angin, namun tidak akan mengubah indahnya. Aku tetap akan menjaga indahnya rasa itu, seperti halnya Dandelion.

Bunga rumput, terkadang ada yang menyebutnya seperti itu. Seperti yang ada di header blog ini, ada gambar rumput bersama dandelion. Sengaja kugunakan seperti itu, untuk melukiskan apa yang ada dalam pikiran dan perasaan ini.

Hidupnya sederhana, ketika bunga merekah, maka ikhlaslah bunga-bunganya terbang tinggi mengikuti angin, terlihat ringan tanpa beban. Bertebaran, bahkan mampu terbang jauh mengikuti angin.



Belum sempat kau melihat indahnya bunga itu, maka angin memanggilnya. Kau mungkin hanya akan melihat indahnya saat bunga-bunga itu terlepas dengan bahagia. Mungkin seperti itu yang akan kulakukan, tak perlu melihat indahnya rasa ini. Cukup angin yang membuatku indah, matahari akan membantuku untuk selalu tegar.



Kau, tidak akan mampu menerima hadirku yang sederhana. Aku akan menjadi dandelion yang ikhlas melepas, membiarkan pergi karena dengan itu mungkin aku akan terlihat lebih baik dan kau akan tersenyum. Cukuplah kau tersenyum saat melihat semuanya berterbangan di langit biru.

*Dari semua itu, cinta telah mengakui hadirnya namun tidak bagimu.

5 komentar:

  1. sudah di follow yah.. ^^ dandelion mmg bagus.. tulisannya juga :)

    BalasHapus
  2. there always be hope and love that spread with us, like a dandelion..

    BalasHapus
  3. Nice...kita bisa belajar dari Dandelion

    BalasHapus
  4. suka banget dengan dandelion atau bunga angin hmmm selain cantik maknanya juuga luas. neomu daebaknika ^^v

    BalasHapus