Rabu, Juli 20

Benarkah tak pantas?

Tidak selalu seperti ini, kala pagi dengan sinar mentari menjatuhkan percik-percik kedamaiannya. Tapi tidak bagi aku yang tengah bersedih, ataukah aku tengah putus asa , karena aku merasa telah hilang. Jika aku planet mars, mungkin aku telah kehilangan garis edarku. Bulan sudah tidak menemaniku berbincang lagi, tak lagi mendengar beritaku untuknya. Semua telah berakhir bagiku, setelah dia menemukan jalannya yang jauh lebih indah.

Setelah kucoba untuk bertahan, namun belum pernah terlihat dia merasakan apa yang tengah kurasa. Benarkah dia memang tengah menunggu orang lain, dan sama sekali tak pernah berharap untuk melihatku. Inginku telah pupus dalam waktu yang singkat, jika harus menunggu, aku akan menunggu. Berharap selalu, setelah kunobatkan senyumnya sebagai penghilang sepiku, namun benar-benar dia tidak menyadarinnya.

Jika esok tetap seperti ini, mungkin ini adalah jalanku sendiri. Harus menerima semua ini, namun jika kupikir-pikir "apa aku berhak mendekatimu?" atau mungkin aku tak pernah pantas untuk mendapatkan sedikit pun senyum darimu. Aku telah menemukan rindu, namun aku juga telah menemukan sepi. Saat-saat menunggumu membalasnya, aku merasa memasuki dimensi yang berbeda.


Ceritaku menjadi indah jika melihatmu tersenyum, ketika kau di sampingku jantungku akan berdebar berirama menantimu menyapaku. Jika kau tak mampu menyapaku, cukup kau tersenyum saja. Aku benar-benar bingung dengan perasaanku sendiri, benarkah aku telah mencintaimu hingga seperti ini. Aku terdiam menunggu jawaban darimu, jawaban yang cukup kau jawab dengan perilakumu. Aku belum berani menjelaskan langsung di depanmu, aku pun mengerti posisiku yang sangat menyedihkan.

Jika harus berbicara mengenai keadaanku, salah satu pertimbangan yang harus kuperhatikansebelum aku menyatakannya padamu. Mungkin tak ada mawar yang akan menerima rumput yang hanya tumbuh di pematang sawah, yang terinjak sopan di kaki para petani. Mawar tetaplah mawar, yang hanya bisa kutatap jauh. Melihat warnamu pun sepertinya cukup, karena aku memang tak pantas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar